Monday, November 12, 2018

Makalah Karya Ilmiah



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Jikapun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Disebut juga dengan penelitian lanjutan.
Ada banyak jenis karya ilmiah, diantaranya yaitu makalah, tesis, laporan penelitian dan lain-lain. Karangan ilmiah memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Sedangkan karangan non ilmiah adalah karangan yang tidak terikat pada karangan baku.
B. Rumusan Masalah
1.      Apakah Pengertian dari Karya Ilmiah
2.      Apa-apa saja Ciri-ciri dari Karya Ilmiah
3.      Apa-apa saja jenis-jenis dari Karya Ilmiah
4.      Bagaimana tehnik menyusun Karya Ilmiah
5.      Bagaimana Kode etik dalam penyusunan Karya Ilmiah
C. Tujuan Penulisan
1.    Untuk mengetahui pengertian dari Karya Ilmiah
2.    Untuk mengetahui apa-apa saja ciri-ciri dari Karya Ilmiah
3.    Untuk mengetahui apa-apa saja jenis-jenis dari Karya Ilmiah
4.    Untuk mengetahui bagaimana tehnik menyusun Karya Ilmiah
5.    Untuk mengetahui Kode etik dalam penyusunan Karya Ilmiah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Karya Ilmiah
Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah juga biasa disebut karangan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar.Menurut Pateda (1993 : 91 ) Karya ilmiah adalah hasil pemikiran ilmiah pada suatu displin ilmu tertentu yang disusun secara matematis ilmiah, logis, benar, bertanggungjawab, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Jadi, karya tulis ilmiah bukan sekedar untuk mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya penelitian (uang, bahan, alat) tetapi juga mempertanggungjawabkan penulisan karya ilmiah tersebut secara teknis dan materi.
Hasil penulisan karya tulis ilmiah harus bersifat sistematis artinya disusun dalam suatu urutan yang teratur  Juga harus disusun secara logis dan benar. Oleh karena itu seorang penulis harus mempunyai memiliki landasan teori yang kuat. Pertanggungjawaban ilmiah tidak hanya berkaitan dengan penulisan (teknis). Penulisan karya tulis ilmiah harus memenuhi kaidah antara lain :
(1)   penyebutan sumber tulisan yang jelas ;
(2) memenuhi kaidah penuliasan yang berkaitan dengan teknik kutip mengutip penulisan kata, frasa, dan kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar.
B.   Ciri-ciri Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :
1.      Struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2.      Komponen dan substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3.      Sikap penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersPonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4.      Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
C. Jenis-Jenis Karya Ilmiah
            Ada banyak macam jenis jenis karya ilmiah, diantaranya:
1.         Makalah.
Makalah adalah karya ilmiah yang pembahasannya berdasarkan data lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah juga dapat berupa hasil penelitian yang disusun untk dibahas dalam pertemuan ilmiah, seperti seminar atau lokakarya. Yang memiliki jumlah halaman yang paling sedikit 15-25 halaman. Makalah memiliki 3 bagian yaitu bagian awal, bagian inti, bagian akhir. Bagian awal terdiri dari sampul, daftar isi, daftar tabel atau gambar (jika ada), bagian inti terdiri dari isi materi yang hendak dibahas dalam makalah tersebut. Bagian inti memiliki latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan makalah, pembahasan, kesimpulan, dan saran. Bagian akhir terdiri dari daftar rujukan dan lampiran (jika ada).
2.         Laporan Penelitian
Laporan menurut Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com) ialah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang suatu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Laporan ini disampaikan dengan cara seobjektif mungkin.
3.        Artikel
Artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk penerbitan jurnal ilmiah. Artikel ini ditulis secara ringkas dan berisi hal-hal penting. Karena ringkas, maka ia tidak memiliki bab-bab. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian atau gagasan konseptual. Dalam penulisannya terdapat perbedaan masing-masingnya. Format penulisannya adalah sebagai berikut:
1)                       Artikel hasil penelitian
·  Judul Artikel – Penulis – Absrak – Kata Kunci – Pendahuluan –Metode Penelitian –Hasil  Penelitian – Pembahasan – Kesimpulan  dan Saran.
2)                     Artikel hasil gagasan/pemikiran:
·  Judul, Penulis, Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, Bagian Inti, Penutup, Daftar Rujukan, dan lampiran
Menurut Pedoman Penulisan Usul Penelitian, Tesis, dan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana UNSOED (2008 : 85) artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal ilmiah atau buku kumpulan artikel ilmiah yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah. Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian maupun gagasan ilmiah (review). Hasil penelitian ataupun gagasan / pemikiran ilmiah akan lebih bermanfaat apabila telah diaplikasikan ataupun disampaikan kepada publik. Jurnal ilmiah merupakan suatu sarana yang efektif untuk mempublikasikan hasil penelitian bagi kalangan yang lebih luas atau publik.Artikel ilmiah seyogyanya dirancang dengan menyesuaikan petunjuk penulisan jurnal yang dituju. Hampir semua jurnal ilmiah mengeluarkan petunjuk /patokan yang harus diikuti jika ingin naskah kita dimuat di dalamnya.Jumlah halaman artikel dalam jurnal biasanya dibatasi dan umumnya tidak lebih dari 15 halaman, sudah termasuk gambar dan tabel. Dengan demikian, hanya hal-hal yang sangat perlu saja yang dapat dimuat dalam halaman yang jumlahnya terbatas tersebut. Kebanyakan jurnal tidak menghendaki Tinjauan Pustaka (Literature Review). Hal-hal yang berkaitan dengan survei pustaka dipadukan dalam Pendahuluan (Introduction Background). Pemilihan dan pemilahan menjadi amat penting dalam penulisan artikel ilmiah. Dalam banyak kasus, metode dibuat seringkas-ringkasnya oleh penulis.
4.       Esai
Esai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jika penulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan, tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini, dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagai analisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadar menunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis di antara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opini sebelum menulis esai.
 
5.         Proposal Penelitian
Proposal penelitian atau disebut juga usulan penelitian adalah rencana penelitian yang menggambarkan secara umum hal-hal yang akan diteliti dan cara penelitian itu dilaksanakan.  Oleh karena itu ada beberapa hal yang dikemukakan di dalam sebuah penelitian. Format usulan penelitian dapat dibuat dalam beberapa alternatif seperti berikut:
       a.            Model I
  • Latar Belakang Masalah – Rumusan dan Batasan masalah – Tujuan Penelitian – Definisi Operasional – Metode Penelitian
      b.            Model II
  • Latar Belakang Masalah – masalah penelitian – tinjauan kepustakaan – tujuan penelitian – metode penelitian
       c.            Model III
  • Masalah  dan tujuan penelitian –kerangka penelitian – rencana kegiatan penelitian – kepustakaan
6.         Skripsi
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidang studinya sebagai tugas akhirdalam studi formalnya di Fakultas.
Menurut UPI (dalam http://www.cs.upi.edu.com) Skripsi adalah karya tulis resmi akhir mahasiswa dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1). Skripsi menggambarkan kemampuan akademik mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian bidang studi (baik pendidikan maupun non kependidikan). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi kearah sumbangan material berupa penemuan baru.Berbeda dengan pendapat di atas Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com) skripsi adalah karya tulis yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan, penyelidikan, observasi, atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh, dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian.
Tujuan dan Kegunaan Skripsi
Tujuan dan kegunaan skripsi yaitu menyajikan hasil-hasil temuan penelitian secara ilmiah yang berguna bagi pengembangan ilmu dan atu kepentingan praktis administrasi negara dan komunikasi.
Karakteristik Skripsi
Skripsi yang disusun mahasiswa harus memiliki karakteristik sebagai berikut :
  • Merupakan hasil karya asli, bukan jiplakan bagi sebagian atau secara keseluruhan (dibuat pernyataan di atas kertas segel bermaterai Rp. 6.000,00).
  • Mempunyai relevansi dengan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi.
  • Mempunyai manfaat teoritis atau praktis.
  • Sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan.
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Persyaratan Penyusunan Skripsi
Untuk melakukan penyusunan skripsi, mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  • Telah lulus mata kuliah dengan beban studi 110 sks.
  • Nilai D tidak lebih dari 20% dan tidak ada nilai E.
  • Telah lulus mata kuliah Statistik Sosial bagi Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Metode Penelitian Sosial dan Metode Penelitian Komunikasi bagi Program Studi Ilmu Komunikasi.
  • Memenuhi persyaratan administrasi keuangan yang telah ditentukan.
7.    Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program Magister (S2). Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan. Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat, jika dibandingkan dengan skripsi. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertangungjawab dalam bidang studi tertentu.Tesis berasal dari kata Thesis berarti pernyataan atau kesimpulan teoretis yang diajukan serta ditunjang oleh argumentasi ilmiah dan referensi-referensi yang diakui secara ilmiah, yang dibuat oleh seorang kandidat Magister. Tesis disusun oleh kandidat Magister secara mandiri pada akhir masa studi dan merupakan salah satu syarat mencapai gelar Magister. (Panduan Tesis PSMP UNTAR, 2008:1).Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri sekalipun dipandu dosen pembimbing menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.
8.      Disertasi
Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalammenyelesaikan Program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin Ilmu Pendidikan. Menurut Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com) disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor, dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis.Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.
D. Teknik Menyusun  Karya Tulis Ilmiah
Penulisan karya tulis ilmiah memerlukan persyaratan baik formal maupun materil. Persyaratan formal menyangkut kebiasaan yang harus diikuti dalam penulisan; sedangkan persyaratan materiil menyangkut isi tulisan. Sebuah tulisan akan mudah difahami dan menarik apabila isi dan cara penulisannya memenuhi persyaratan dan kebiasaan urnum.
Dalam tulisan singkat ini akan digambarkan beberapa hal yang penting yang perlu diperhatikan oleh penulis sebuah karya tulis ilmiah termasuk laporan penelitian.
Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik.
Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium , artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Karya ilmiah dapat berfungsi sebagai rujukan, untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Bagi penulis, menulis karya ilmiah bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikannya secara sistematis, memperluas wawasan, serta memberi kepuasan intelektual, di samping menyumbang terhadap perluasan cakrawala ilmu pengetahuan.



E. Etika Dan Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah

Etika dan kode etik yang lazim ditumbuh budayakan dalam penulisan karya ilmiah harus diikuti. Hak cipta dan paten dari segi hukum harus diikuti dan difahami dengan baik. Penulis harus memahami etika penulisan karya ilmiah secara baik. Kode etik adalah norma-norma yang telah diterima dan diakui oleh masyarakat dan citivitas akademik perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data ataupun informan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu:
1.    Istilah asing dicetak miring dan dituliskan dengan benar.
Misal: downlinknya –> downlink-nya.
2.    Penggunaan kata “dimana”.
Misal:
       …tehnik dimana digunakan (salah) ..tehnik yang digunakan (benar)
3.    Sebaiknya tidak menggunakan kata ‘kita’,’saya’ (kata ganti orang) dalam karya ilmiah.
Misal:
..dapat kita asumsikan…(salah) …dapat diasumsikan …(benar)
4.    Menggunakan kalimat pasif.  Misal: dapat diasumsikan.
5.    Persamaan diberi nomor sesuai bab dan urutan serta tidak dicetak tebal.
6.    Gambar, tabel, persamaan, dan pernyataan/kutipan diberi sumber acuannya.
7.    Kekonsistenan dalam penulisan.
Misal:
…perkembangan selular… (kalimat ke 2) …seluler…(kalimat ke 10)
8.    Tulislah kata dengan lengkap.    Misal: & –> dan yg –> yang
9.    Singkatan diikuti kepanjangannya dan untuk kalimat berikutnya cukup singkatannya saja.
Misal: MU (mobile unit)… (kalimat ke 3)
…perawatan perangkat MU tidaklah terlalu sulit. (kalimat ke 10)
10. Gunakan EYD
Misal: bilangan 10,000 km –> 10.000 km
…didapat… –> …diperoleh…       …terdiri dari…–> …terdiri atas
11. Penggunaan huruf besar di awal kalimat. Penempatan titik (.) dan koma (,) yang sesuai.
12. Ikuti tata cara/format penulisan karya ilmiah yang berlaku (yang dikeluarkan oleh institusi)
misal:> ukuran margin> ukuran kertas> jenis huruf
13. Cek penulisan sebelum diserahkan.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah dijelaskan diatas maka dapat disimpulkan bahwa, karya ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Karya ilmiah juga biasa disebut karangan ilmiah yang disajikan secara fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dalam penulisan karya ilmiah banyak aspek yang mesti diketahui oleh calon pembuat karya ilmiah karena itu sangat berperan dengan hasil karya ilmiah yang akan dibuat, Karya ilmiah mempunyai beberapa jenis seperti, makalah, kertas kerja, skripsi, tesis, disertasi, artikel, esai, opini, dan fiksi.
Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/hasil penelitian.
B. Saran
Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya dan dari segi isi juga masih perlu ditambahkan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kepada para pembaca makalah ini agar dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.
DAFTAR PUSTAKA
Hamdani,  Mulya. 2010. pengertian karya ilmiah (http://www.capeds.co.cc/2010/04/pengertian-karya-ilmiah.html). Diunduh pada tanggal 25 April 2016 pada pukul 09:30.
Sihombing, Rosmini. definisi karya ilmiah. (http://sihombingruben.blogspot.com/2010/03/definisi-karya-ilmiah.html). Diunduh pada tanggal 25 April 2016 pada pukul 09:31
Nasirudin, Nurfadillah. Karya Tulis Ilmiah. (Dhiilah_Apriil Blog.html). Diunduh pada tanggal 25 April 2016 pada pukul 09:31

Thursday, March 1, 2018

7 Tips Cara Cepat Menghafal Dengan Mudah



Dalam belajar hal yang paling sulit itu menghafal atau mengingat seperti pada kebanyakan mata pelajaran Geografi, Sosiologi, Pkn, Sejarah adalah model-model mata pelajaran yang sangat rentan dengan hafalan. Selain itu pada mata pelajaran eksak seperti IPA, Matematika, Kimia, Biolgi juga tidak luput dari proses penghafalan materi yang menunjang prestasi siswa. Berbeda dengan pelajaran olahraga, kesenian, keterampilan dan tehnik itu lebih mengutamakan kerajinan dan keterampilan kita.

Cara cepat menghafal ternyata membutuhkan trik dan teknik tertentu agar dapat benar - benar efektif. Memang, dalam hidup ini, takdir setiap manusia itu berbeda - beda. Ada mungkin diantara Kamu yang sangat jago dalam bidang eksakta atau hitung menghitung, ada juga mungkin yang memang jago sekali dalam hal karang mengarang atau menulis ada juga yang memang susah menghafal dan menginta sesuatu.

Sebenarnya banyak sekali cara melatih memori agar dapat berguna dalam menghafal dengan cepat, mau tahu caranya seperti apa saja? Berikut adalah beberapa cara Cara Cepat Menghafal  Dengan Mudah.

1. Lakukan Gerakan - Gerakan Kecil

Cobalah sambil berjalan bolak - balik atau melakukan lompatan rendah, atau gerakan - gerakan kecil lainnya yang memungkinkan untuk dikerjakan sambil menghafal, atau lebih baik lagi sambil melakukan senam otak. Tapi ingat, jangan menghafal sambil melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi, karena hal ini justru akan menimbulkan bahaya.

2. Percakapan

Salah satu cara terbaik untuk menghafal dengan cepat adalah membicarakan hal yang ingin kamu tetap simpan di otak dengan orang lain. Ketika kamu berbicara tentang sesuatu dengan orang lain, otak secara otomatis mulai menghubungkan sesuatu yang kamu ingin ingat. Hal ini membantu dalam menjaga informasi di dalam otak untuk djangka waktu yang lama.

3. Makan Makanan Bergizi
Ada banyak pilihan makanan untuk asupan otak, tapi menurut penelitian ilmiah, makanan-makanan yang dibutuhkan agar memori tetap terjaga dengan baik adalah : susu, telur, ikan, kerang, kacang, millet, jagung, lily, lada, bayam, jeruk, teh, nanas, wortel, alpukat, kubis, jamur, aprikot, anggur, dan blueberry. Kemudian, hindarilah junk foods yang tidak bermanfaat bagi tubuh. Dengan mengonsumsi makanan bergizi, selain dapat menambah kecerdasan, berarti kita juga telah menjaga kesehatan tubuh yang sangat berharga.

4. Istirahat Yang Cukup

Hal yang sering membuat siswa gagal dalam ujian adalah karena mereka baru menghafal pelajaran di malam sebelum ujian berlangsung (sistem kebut semalam). Memaksakan diri bukanlah hal yang baik, malah akan membuat hal negatif lainnya. Oleh sebab itu, istirahat yang cukup adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk menghafal. Sejenius apapun seseorang, ia pasti membutuhkan istirahat yang cukup agar bisa kembali menghasilkan ide - ide brilian dan sekuat apapun seorang atlet ia tetap butuh istirahat agar menang dalam pertandingan. Demikian pula dengan menghafal, sebenarnya juga menguras energi yang banyak.

5. Berkonsentrasi dan Fokus

Meningkatkan konsentrasi membantu dalam menghafal lebih baik. Setiap hari, selama sepuluh menit, cobalah untuk mengingat apa yang telah kamu pelajari di kelas atau beberapa pekerjaan yang kamu lakukan di kantor. Cobalah untuk mengingat setiap detail mengenai hal itu. Ketika kamu mengingat peristiwa masa lalu sehari - hari, kamu harus benar - benar berkonsentrasi dan fokus, dan ini akan membantu meningkatkan memori kamu.

6. Dalami dan Pahami Hal Yang Akan Dihafal

Suatu waktu mendapat tugas untuk menghafal istilah berbahasa Inggris, sementara kamu sudah mahir berbahasa Inggris, tentu tidak sulit untuk menghafal istilah itu bukan? Maka lebih baik jika kita memahami apa dan mengerti apa yang kita hafal. Malahan menghafal dengan metode ini lebih cepat daripada tanpa memahami makna hafalan itu, terlebih pada rumus - rumus. Jika kita telah mengetahui dasar penurunan rumus tersebut, maka rumus itu bukan lagi sekedar hafalan tapi telah menjadi ingatan yang sempurna di dalam otak.

7. Mengulang - Ngulang Hal Yang Dihafal

Menghafal juga membutuhkan waktu untuk mengulang-ulang kembali hafalan tersebut agar dapat terekam dengan sempurna di dalam otak. Sebetulnya untuk hafalan yang menggunakan target tidak penting lamanya waktu diperlukan untuk menuntaskan hafalan karena yang terutama adalah konsistensi pada target yang telah dibuat. Pada saat hafalan itu banyak, tentulah waktu yang dibutuhkan untuk mengulang semakin banyak, jika ini tidak terpenuhi, maka hafalan tersebut tidak akan mantap. Di samping itu kalau kita menghafal melebihi target kita akan malas menghafal materi hafalan selanjutnya karena sombong dan merasa gampang pada hafalan itu.  Jika sekali saja kita malas menghafal, maka untuk selanjutnya kita akan malas menghafal.

Salah satu tips terakhir menghafal cepat adalah membuat semua daftar yang harus kamu lakukan setiap hari, intinya kamu bisa mengatur jadwal sendiri. Kamu dapat melakukan hal yang berkaitan dengan pekerjaan kantor juga. Menuliskan tugas kamu dan kemudian mengerjakannya sampai selesai, adalah cara yang baik untuk memastikan bahwa kamu tidak lupa sebagai cara menghafal cepat.

Nih Tips Buat Kamu yang mau siap-siap menghadapi UNBK





Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhadjir Effendi menyatakan pada 2018 seluruh SMA dan SMK sederajat 100 persen harus menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).  Bagaimana perasaan kalian? Apakah sudah deg-degan dari sekarang? Apalagi buat yang akan melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK), pasti makin panik ya? Jangan takut! Meski ini ujian berbasis komputer dapat dikatakan baru, tetapi bukan jadi alasan untuk menurunkan performa kamu nanti ya!

1. Baca Ulang Materi Pembelajaran

Pastinya, saat UNBK kamu akan menghadapi soal-soal dari materi yang telah dipelajari di kelas. Oleh sebab itu, kamu harus membaca ulang materi-materi yang telah dipelajari.
Fungsinya tentu untuk menyegarkan ingatanmu akan materi pembelajaran. Setelah sekian lama belajar, pasti ada saja materi pembelajaran yang kamu lupa. Dengan membaca ulang materi pembelajaran maka kamu akan kembali ingat materi tersebut.

Membaca ulang materi itu kiranya harus dimulai dari pelajaran terakhir yang dipelajari di kelas. Setelah kamu sudah memahami materi tersebut, barulah pelajari materi-materi lampau. Jangan sampai kamu tidak mempelajarinya karena kemungkinan materi lama akan muncul dalam soal UNBK.

Kalau kamu membutuhkan materi tambahan, kamu bisa dapatkan di Quipper Video. Ada banyak materi tambahan di Quipper Video yang dapat memantapkan pengetahuanmu.

2. Mengadaptasikan Diri dengan Komputer

Namanya UN online pastinya dilaksanakan dengan menggunakan komputer. Oleh sebab itu, kamu harus sudah bisa menguasai penggunaan komputer. Kamu pun harus tahu istilah-istilah komputer.
Untuk itu, mulai dari sekarang kamu sudah harus terbiasa menggunakan komputer. Mulailah mempelajari penggunaan komputer. Mulai dari cara menyalakannya hingga melengkapi pengetahuan akan istilah komputer.
Ada beberapa hal yang harus kamu kuasai. Pertama ialah cara login. Sebab, untuk mengikuti UNBK, kamu harus bisa login pada laman khusus. Kamu harus sudah mengetahui mekanisme login UNBK. Cari informasi mengenai pelaksanaan UNBK terdahulu, baik itu dari guru maupun dari kakak kelas yang sudah lulus.
Kedua, kamu sudah memahami istilah komputer. Berbagai pengetahuan istilah komputer bisa kamu ketahui dari banyak sumber. Coba-cobalah searching agar kamu tidak gagap saat mendapat penjelasan pelaksanaan UNBK saat pelaksanaannya nanti.
Dan, terakhir, terbiasalah dengan layar komputer. Hal ini sangat penting karena akan berkaitan dengan stamina kamu saat pengerjaan soal. Jangan sampai mata kamu letih saat mengerjakan UNBK nantinya.

3. Mempersiapkan Fisik dan Mental

Persiapan fisik cukup penting kalau kamu ingin mendapatkan hasil maksimal pada pelaksanaan UNBK 2018 nanti. Untuk itu, kamu harus menjaga kesehatan dan kebugaranmu. Kalau kamu senang berolahraga, gunakan hobi kamu tersebut untuk menjaga kebugaran.
Selain itu, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, latihlah kekuatan stamina mata. Jangan sampai mata kamu cepat lelah saat menatap layar komputer.
Untuk melatihnya, kamu jangan ngoyo dan memaksakan diri menatap terlalu lama layar komputer. Cukup membiasakan diri dengan pancaran cahaya dari layar. Kalau kamu menatap terlalu lama layar komputer tentunya akan berdampak negatif, salah satunya ialah mengurangi daya penglihatanmu.
Tak lupa, kamu juga harus menjaga kesehatan saat menjelang waktu pelaksanaan UNBK. Jangan sampai kamu sakit dan tidak bisa mengikuti UNBK ya guys!

Persiapan mental juga tidak kalah penting lho! Sebab, kalau mental kamu tak terlatih maka akan menyebabkan kepanikan saat pelaksanaan UNBK.

Melatih mental untuk menghadapi UNBK cukuplah mudah. Pertama, kamu harus terbiasa bersikap tenang dalam situasi apapun. Ketika kamu panik, biasakan untuk menarik nafas panjang dan menghembuskan nafas perlahan. Melakukan itu pastinya akan membuat kamu lebih tenang.
Selanjutnya, latihlah kepercayaan dirimu. Untuk melatihnya, kamu cukup membiasakan diri yakin akan apapun yang kamu kerjakan. Dengan sering melatih kepercayaan dirimu maka kamu akan terbiasa tenang dan yakin ketika mengerjakan suatu hal.
Jadi, persiapan fisik dan mental cukup penting untuk menghadapi UNBK 2018. Kalau kamu tidak melakukan persiapan itu, maka kamu akan panik dan lelah saat pelaksanaan UNBK.

4. Seringlah Mengerjakan Latihan Soal dan Pelajari Kisi - Kisi

Nah, inilah persiapan wajib yang jangan sampai kamu lakukan. Tanpa melakukan latihan soal pastinya kamu tidak akan siap menghadapi ragam soal yang muncul.
Latihan soal itu akan memberikan banyak insight ragam soal yang mungkin keluar saat UNBK. Sering menghadapi latihan soal maka kamu bisa memprediksi materi apa saja yang muncul nanti.
Selain itu, latihan soal akan memberikan kamu kesempatan untuk menyusun strategi dalam mengerjakan soal. Strategi itu akan membantu kamu memaksimalkan waktu pengerjaan soal sehingga tidak ada waktu yang terbuang hanya untuk mengerjakan satu soal.
Kamu bisa latihan soal dengan mengakses Quipper Video lho. Banyak ragam contoh soal yang pastinya membantu kamu mempersiapkan diri. Jadi, jangan lupa diakses ya Quipperian!
Itulah kiranya tips-tips mempersiapkan diri menghadapi UNBK 2018. Setelah persiapan itu semua, jangan lupa terus berdoa dan meminta restu orang tua. Sebab, dengan doa dan restu orang tua maka kamu akan mendapat kemudahan ketika mengikuti UNBK nanti. Tetap semangat ya Quipperian!
 
UN Berbasis Komputer? Jangan Takut, Ikuti Jurus Jitu Berikut Untuk Menaklukkan Ujian Ini!
 
 Ujian Nasional sebentar lagi! Bagaimana perasaan kalian? Apakah sudah deg-degan dari sekarang? Apalagi buat yang akan melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK), pasti makin panik ya? Jangan takut! Meski ini ujian berbasis komputer dapat dikatakan baru, tetapi bukan jadi alasan untuk menurunkan performa kamu nanti ya!
Kamu pasti tetap bisa kok sukses di UNBK 2016 ini, asal tidak lupa untuk mempersiapkan  jurus jitu untuk berhasil di ujian ini. Hal apa saja ya yang perlu dipersiapkan? Yuk, ikuti jurus jitu berikut ini! Be prepared!

5. Perhatikan tata cara pengerjaan soal UNBK

 
Saat ujian dulu kita terbiasa di atas kertas, tetapi kini sudah berubah dengan menggunakan komputer. Hal ini tentu akan ada mekanisme yang berbeda dari ujian sebelumnya. Nah, supaya kita lebih siap menghadapi ujian maka kita harus pelajari dengan baik juga nih tata cara pengerjaan soal UNBK!
Mungkin terdengar sepele, tetapi kalau kita sudah paham betul cara pengerjaannya maka kita tidak akan kebingungan lagi saat pengerjaan. Tidak mau kan waktu mengerjakan soal UN nanti, waktu kamu tersita hanya karena masih kagok? Jadi, yuk pelajari dulu demi pengerjaan yang lebih lancar!
 
 
6. Jangan pernah lengah, selalu teliti setiap saat!
Saat di ujian nanti, harus selalu teliti ya! Baca dengan seksama pertanyaan, maupun jawaban yang dipilih. Tidak perlu terburu-buru, yang penting mengerjakannya perlahan namun pasti sehingga lebih mantap! Kalau ada sisa waktu, bisa juga dimanfaatkan untuk mengecek ulang jawabanmu kembali sehingga tidak ada yang terlewatkan.
Eits! Tetapi jangan lupa untuk mengisi dengan teliti saat pengisian data diri kamu ya! Pastikan sudah terisi semua dan sebisa mungkin hindari salah penulisan atau typohehe.
 
 
7. Cari solusi belajar yang solutif!
Meski untuk menghadapi ujian ini kegiatan kamu semakin padat, maka harus pintar untuk membagi waktu belajar nih! Tapi bagaimana kalau misalnya, saat sedang belajar kamu mengalami kesulitan? Padahal ujian semakin dekat, dan butuh solusi belajar yang cepat untuk bantu menguasai materi yang diujikan.
Tenang saja, saya punya solusi belajar untukmu! Dengan aplikasi Ruangguru, kamu bisa bertanya secara online dengan guru kami untuk bertanya mengenai soal. Nanti kamu tinggal upload foto soal lalu bisa langsung berkonsultasi deh! Belajar jadi lebih mudah bukan? Hehe.

Yaa, itulah tips jitu yang dapat dilakukan! Dengan menerapkan hal di atas, semoga bisa membantu kamu untuk lebih siap menghadapi UNBK tahun ini. Yang terpenting adalah tetap percaya diri saat mengerjakan, kamu bisa mengerjakan dengan tenang dan maksimal. Semangat ya teman-teman semua, kalian semua pasti bisa! Goodluck

Kumpulan Contoh Kata Pengantar

  Tahukah kamu, bahwa kata pengantar adalah bagian yang tidak boleh terlewatkan dalam suatu karya. Kata pengantar berfungsi menghantarkan pa...